4. sumber : http://lamassiah.blogspot.com/
who : Dwi Pangestu Aji
when : Rabu,15 oktober 2014
what : Cerita singkat ku
why : Pengalaman pribadi tentang tinggal di jogja
how : Sangat jelas,ceritanya menarik
Rabu, 22 Oktober 2014
review 3
3. sumber :http://yamalue.blogspot.com/
when : kamis, 16 oktober 2014
who : rizla ( aan rizal )
what : kebijakan pertanian di indonesia
why : paradigma pembangunan pertanian meletakkan petani sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan nasiona
when : kamis, 16 oktober 2014
who : rizla ( aan rizal )
what : kebijakan pertanian di indonesia
why : paradigma pembangunan pertanian meletakkan petani sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan nasiona
how : harus segera ter realisasi
review 2
2. sumber : http://ikhing.blogspot.com/
when : rabu 22 oktober 2014
who : trektor sulawesi by ikhing ( moh samril s riuh)
what : kebijakan pertanian di indonesia
why : paradigma pembangunan pertanian meletakkan petani sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan nasiona
how : harus segera ter realisasi
review 1
1. sumber: http://borneofarmer.blogspot.com/
how : Burung hantu mampu mendeteksi mangsa dari jarak jauh, mampu
terbang cepat, mempunyai kemampuan untuk menyergap dengan cepat
tanpa suara sehingga sangat membantu petani untuk memangsa hama.
when : 15 oktober 2014
who : rio farmer borneo (rio alfauzi)
what : Burung Hantu Pengendali Tikus Secara Hayati
why : Burung
hantu adalah predator yang cukup ganas yang dapat mengejutkan
mangsanya.
Rabu, 15 Oktober 2014
menganalisis kebijakan pertanian indonesia
KEBIJAKAN PEMERINTAH dalam PEMBANGUNAN PERTANIAN
Indonesia merupakan Negara agraris dan memiliki banyak pulau. Tidak heran Indonesia di juluki zamrud khatulistiwa. Itu karena hijaunya negeri tercinta ini. Sudah jelas dengan keadaan yang seperti ini, membuat Indonesia mempunyai komoditas terbanyak bahkan utama di sektor pertanian. Pada dasarnya pembangunan pertanian di Indonesia sudah berjalan sejak masyarakat Indonesia mengenal cara bercocok tanam, namun perkembangan tersebut berjalan secara lambat. Pertanian awalnya hanya bersifat primitif dengan cara kerja yang lebih sederhana. Seiring berjalannya waktu, lama kelamaan pertanian berkembang menjadi lebih modern untuk mempermudah para petani mengolah hasil pertanian dan mendapatkan hasil terbaik dan banyak
PERTANIAN DI INDONESIA
Penghasil biji-bijian nomor 6 di dunia, Penghasil beras nomor 3 setelahChina dan India, Penghasil kopi nomor 4, Penghasil coklat nomor 2 setelah Pantai Gading dan Ghana, Penghasil lada putih nomor 3, Penghasil karet alam nomor 4, Penghasil cengkeh nomor 1, Penghasil sawit nomor 2
Dari Sisi Impor Tahun 2010 Indonesia masih impor:Beras, gula, kedelai, gandum Jagung, ternak sapi, tepung telur, susu bubuk, Makanan olahan, singkong dan kacang tanah Tujuan Kebijakan Pertanian Memajukan pertanian Mengusahakan agar pertanian menjadi lebih produktif Meningkatnya produksi dan efisiensi produksi Tingkat pendapatan petani meningkat Tingkat kesejahteraan petani dan masyarakat meningkat
KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA SEKTOR PERTANIAN DIPERLUKAN KARENA BEBERAPA HAL: Untuk stabilisasi harga input dan output Kegagalan pasar timbul karena eksternalitas. Beberapa bentuk intervensi pemerintah seperti pajak, subsidi, pengawasan regulasi perlu ditetapkan sehingga biaya penerimaan akan sepenuhnya menggambarkan biaya eksternalitas.
Kebijakan Pemerintah Indonesia Di Bidang Pertanian Mencakup Beberapa Hal: Kebijakan Harga, Kebijakan Perdagangan, Kebijakan Subsidi, Kebijakan Struktural, Kebijakan Pengaturan, Kebijakan Fasilitas, Kebijakan Intervensi, Kebijakan Pemasaran Program Pemerintah Lain, Monopoli dan manipulasi oleh pemerintah, Penelitian dan pembangunan station percobaan, Pembentukan pusat-pusat penelitian, Penetapan pajak, bea cukai, Marketing agreement, Pengawasan produk, Penjatahan barang, Strategi Kebijakan Pertanian, Usaha pengembangan ekonomi lebih difokuskan pada sektor yang menghidupi mayoritas penduduk yaitu penduduk di pedesaan yang berprofesi sebagai petani Program industrialisasi mestinya difokuskan pada aktivitas yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan mayoritas. Pendidikan menjadi pra-syarat utama pembangunan dan ini harus dapat dijangkau olehgolongan mayoritas Dalam pembangunan Pertanian, prioritas bukan sekedar memproduksi komoditi, tapi penciptaan nilai tambah (value added). Industrialisasi harus terkait dengan kepentingan petani sebagian besar hasil pertanian terutama perkebunan masih diolah di luar Indonesia,misalnya karet, crude plam oil/CPO, kakao, dll. Hal ini sebenarnya sangat mendukung industrialiasi, oleh karena itu sebaiknya produk bukan dijual sebagai barang mentah. Terkait dengan efisiensi, program swastanisasi/privatisasi perlu persiapan, karena liberalisasi yang terburu-buru akan sangat berbahaya. Peran dan intervensi pemerintah untuk memberi prioritas pada ”mayoritas” tetap diperlukan, bukan sepenuhnya diserahkan pada “market mechanism” (invisible hand). Perlu keseimbangan antara kepentingan pasar dan capur tangan dan atau peran pemerintah. Kebijakan-Kebijakan yang Sudah Dilakukan Oleh Pemerintah Era Orde Baru dan Reformasi dalam Pembangunan Pertanian.
1. Kebijakan Pertanian di Era Orde Baru a. REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) b. Revolusi Hijau Revolisi Hijau merupakan upaya untuk meningkatkan produksi biji-bijian dari hasi penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari beragam varietas gandum, padi dan jagung yang membuat hasil panen komoditas meningkat di negara- negara berkembang. c. Pembangunan Irigasi dan Produksi Padi d. BIMAS, INMAS, INSUS dan Panca Usaha Pertanian. Kebijakan Pertanian di Era Reformas.
a. SRI (System of Rice Intensification) Perkembangan pdi SRI (System of Rice Intensification) yang terkenal dengan motonya “More Rice with Less Water” atau hasil beras meningkat dengan penggunaan air yang sedikit.
b. Pembangunan Pertanian Lahan Beririgasi Sesuai pasal 4 Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2006 tentang Irigasi, pengelolaan sistem irigasi diselenggarakan melalui azas partisipatif, terpadu, berwawasan lingkungan hidup, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Kesimpulan www.themegallery.com Penetapan kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian, diterapkannya pertanian berkelanjutan, penerapan sumberdaya baik manusia maupun sumberdaya alam seoptimal mungkin, dan mempermudah akses modal untuk para petani. Semua hal ini bertujuan sebagai peningkatan produktivitas dan sumber ekonomi rakyat juga negara yang teraplikasikan dalam bentuk pembangunan pertanian.
PERTANIAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Inovasi Pertanian Kearifan Lokal
Kesadaran dan pengakuan komunitas pertanian internasional tentang nilai kearifan lokal atau pengetahuan asli setempat (indigenous knowledge) bukanlah hal baru.
Kearifan lokal pertanian bersifat inovatif dan perlu diikutkan membantu mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
Namun negara-negara pada umumnya masih tetap lebih terikat pada pragmatisme model-model inovasi pertanian modern.

Kearifan lokal pertanian bersifat inovatif dan perlu diikutkan membantu mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.
Namun negara-negara pada umumnya masih tetap lebih terikat pada pragmatisme model-model inovasi pertanian modern.
Scidev.net beberapa waktu belakangan ini menyampaikan rangkaian ulasan ilmiah maupun seruan dari sejumlah pertemuan ilmiah internasional yang menekankan perlunya masyarakat dan para pengambil keputusan segera menggali, melindungi dan memanfaatkan kearifan lokal untuk inovasi dan pembangunan pertanian. Diakui telah ada usaha di berbagai negara tetapi secara menyeluruh masih lamban dan belum memadai.
Keadaan ini telah menimbulkan kekhawatiran akan berakibat fatal bagi pertanian maupun ketahanan pangan di masa mendatang. Kerusakan atau kemerosotan sumberdaya alam akibat pertanian modern maupun pemanasan global bisa terlambat diatasi. Dan petani generasi berikutpun bisa tidak lagi mewarisi penguasaan kearifan lokal pertanian tradisional mereka.
Inovasi Tradisional
Krystyna Swiderska, peneliti senior pada International Institute for Environment and Development (IIED) di London, Inggris dalam satu ulasannya menyatakan bahwa komunitas yang hidup akrab dengan alam secara berlanjut menciptakan pendekatan inovatif dalam pertanian maupun sektor lainnya. Mereka membangun pengetahuan dan praktek yang mengalami perbaikan dari generasi ke generasi. Contohnya, petani di berbagai penjuru dunia bereksperimen dengan tanaman lokal untuk mengembangkan varietas yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kekeringan atau hama. Dari segi perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk, inovasi tradisional demikian nerupakan sesuatu yang bernilai.
Kecenderungan untuk melakukan inovasi pertanian modern secara ilmiah memang memberi solusi terhadap masalah mendesak. Tetapi kebijakan inovasi demikian yang dari atas ke bawah (top-down approach) melalaikan bentuk-bentuk inovasi tradisional yang sudah berlangsung lama dan meluas. Petani lalu berada dalam posisi sebagai pelaku bentuk inovasi yang diterima dari luar. Kemampuan petani, khususnya petani kecil beradaptasi dengan tantangan iklim terus terkikis.
Dampak negatif lainnya termasuk terjadinya kemerosotan tajam keragaman hayati dan budidaya. Menurut catatan Badan Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, dalam satu abad lebih sedikit belakangan ini, pertanian modern telah melenyapkan bagian terbesar keragaman tanaman di planet bumi. Sekarang, diet 95% penduduk bumi tergantung pada hanya sekitar 30 jenis tanaman saja.
Langganan:
Postingan (Atom)